Jumat, 18 Maret 2016

(Softskill) TUGAS KE-3



A.  Pengertian Wawasan Nasional
     Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B. Paham Kekuasaan
      Paham Kekuasaan yang kita kenal selama ini memberikan suatu impuls untuk menciptakan suatu formula pengaturan kenegaraan yang sejatinya membutuhkan  koreksi di berbagai sisi.
dibawah ini adalah beberapa paham kekuasaan yang kita kenal:

1. Machiavelli
paham ini memandang harus adanya suatu kekuatan politik yang besar guna mempertahankan kedigdayaan suatu negara. ada beberapa cara untuk memelihara stabilitas politik yaitu:
– penghalalan  segala cara untuk mempertahankan dan merebut  kekuasaan.
– menjaga eksistensi kekuasaan rezim, termasuk membenarkan politik Devide Et Impera.
– pertahanan politik dengan adu kekuatan, siapa yang kuat dia yang bertahan dan sebaliknya siapa yang lemah dia yang tersingkir.

2. Kaisar Napoleon Bonaparte
Napoleon merupakan penganut paham Machiavelli, dia menambahkan bahwasannya untuk mempertahankan suatu negara diperlukan dukungan penuh dari kondisi sosial budaya berupa penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu melahirkan kondisi pertahanan dan keamanan yang solid.

3. Jenderal Causewitz
pandangan ini adalah suatu dasar dari perang dunia I dimana perang dianggap sebagai suatu hal yang harus dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan dan pencapaian tujuan nasional suatu negara. paham ini pula yang melegitimasi usaha ekspansi Rusia dalam memperluas kekuasaannya.

C. Teori Geopolitik

1. Riederich Ratzel
There is in this small planet, sufficient space for only one great state. itulah semboyan dari frederich Ratzel yang terkenal. teori menyatakan bahwa :
  • Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
  • Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang)
  • Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng.
  • Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi). Apabila ruang hidup negara (wilayah)sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang.
2. James Burnham
James Burnham adalah seorang pionir dalam pengembangan geopolitik antikomunisme sebuah aksioma geopolitik bahwa jika ada satu daya berhasil mengatur [Eurasia] Heartland dan hambatan luar, kekuatan itu pasti akan menguasai dunia.”

3.) Karl Haushofer (1896-1946)
pendapat ini berkembang di Jerman dinawah kekuasaaan Adolf Hitler, berkembang pula di Jepang berupa ajaran Hako Ichiu yang berlandaskan mliterisme dan paham fasisme. pokok teori Haushofer yaitu:
  • Suatu bangsa dalam mempertahankan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam, sehingga hal ini menjurus pada ekspansionisme.
  • Kekuasaan imperium daratan yang kompak akan dapat menandingi kekuasaan imperium Maritim dalam penguasaan laut.
  • Beberapa negara besar dunia akan menguasai Eropa, Afrika, Asia Barat, Asia Timur Raya.

D. Paham Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia

1. Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia
          Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai:”Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.” Wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih-benih persengketaan dan ekspansionisme.
           Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia dengan segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah-tengah perkembangan dunia.
 
2. Geopolitik Indonesia
        Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia. Sedangkan pemahaman tentang Negara Indonesia menganut paham Negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di negara-negara Barat pada umumnya.
        Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham Barat, laut berperan sebagai “pemisah” pulau, sedangkan menurut paham Indonesia laut adalah “penghubung” sehingga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah Air” dan disebut Negara Kepulauan.
Paham Kekuasaan di Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai: "Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan." Wawasan nasional bangsa In­donesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih-benih persengketaan dan ekspansionisme. Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia dengan segala aspek kehidupan nasionalnya.Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah-tengah perkembangan dunia.



Bentuk Kepedulian Masyarakat
          Bentuk kepedulian saya dalam masyarakat yaitu menggalakkan penanaman mangrove di daerah Muara Gembong karena daerah itu merupakan darah yang rentan abrasi, ketika abrasi sekolah pun diliburkan dan jalan jalan daerah kecamatan tersebut setiap hari becek karena air laut, maka dari itu timbul lah SAVE MOGO. Mereka relawan yang memperbaiki lingkungan dengan menggalakkan 1 person 5 mangrove, disana merupakan habitat lutung hitam yang populasi nya terancam punah maka dari itu kami menjaga alam dan populasi hewan.

Jumat, 11 Maret 2016

(softskill) Tugas 2 Pendidikan Kewarganegaraan

Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa.

Setiap kali kita mendengar kata kewarganegaraan, secara tidak langsung otak merespon dan mengaitkan kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada saat sekolah, dan mata kuliah kewarganegaraan pada saat kita kuliah. Bisa jadi kata kewarganegaraan di dalam memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraan yang harus dipelajari, dan ternyata saat kuliah juga ada. Dan di dalam bangku perkuliahan kita akan mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran setelah terpecah dari PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pada awalnya di gabung menjadi satu, karena isi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri besumber dari Pancasila itu sendiri. Selanjutnya di pecah menjadi mata pelajaran sendiri karena Pendidikan Kewarganegaraan dianggap penting untuk di ajarkan kepada siswa dan dalam Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih luas dan tidak hanya bersumber langsung dari Pancasila. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan bagi sebagian mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila tahap dua, atau bahkan tidak jauh berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan Sejarah Bangsa. Beberapa materinya memang berkaitan ataupun sama. Itulah mengapa Pendidikan kewarganegaraan selalu “dianak tirikan” dalam percaturan dunia pendidikan. Menurut orang kebanyakan, lebih penting belajar matematika daripada PKn.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.

Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang, diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu Negara.

Negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut memiliki. Masyarakat harus disadarkan untuk segera mengabdikan.

Berdasarkan konsepnya, demokrasi di Indonesia berdasarkan sifat dan bentuknya:

Bentuk langsung
yaitu demokrasi yang mengambil arti demokrasi sebagai pengambilan keputusan secara langsung tiap warga negara yang tanpa diwakili oleh siapapun. Artinya adalah setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memilih pengaruh langsung terhadap politik yang terjadi.

Bersifat parlemen
Dimana sistem parlemen dapat memilik seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.
   Ciri-ciri pemerintahan presidensial adalah :
1. Penyelenggara negara ada ditangan presiden.
2. Kabinet dibentuk oleh presiden.
3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen.
4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen
5. Presiden tidak dibawah kuasa parlemen

Pemerintahan pusat, wilayah, dan daerah

Pemerintahan Daerah
Pengertian Pemerintah Daerah Bedasarkan UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia), sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.
Penyelenggara Pemerintahan Daerah:
Gubernur, Bupati, Walikota, dan perangkat daerah lainnya(kepala dinas, kepala badan, dan unit-unit kerja lannya yang dikendalikan oleh Sekretariat Daerah).

Pemerintahan Pusat
Pengertian Pemerintahan Pusat adalah Pemerintah, yaitu Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Pemerintah wilayah
adalah kepala wilayah yang dibantunoleh kepala wilayah, sekertaris wilayah, inspektorat wilayah, dan instansi vertikal sebagai aparat wilayah. Pembentekunnya didasrkan kepada pelaksanaan asas dekonsentrasi. Sesuai jenisnya, pemerintah wilayah didapatkan pada tingkat propansi dan/atau ibukota negara, kabupaten/kota, kota administratif dan kecamatan

Selasa, 08 Maret 2016

(Soft Skill) Pendididkan Kewarganegaraan

Apa yang menjadi tujuan utama dari pendidikan kewarganegaraan dilihat dari sudut mahasiswa? 
Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan pada mahasiswa yaitu Pendidikan Kewarganegaraan adalah pembelajaran individu mahasiswa yang memepelajari tentang kewarganegaraan, bersikap, dan beprilaku sebagai pemuda bangsa dan penerus bangsa. Mahasiswa adalah tonggak terdepan dalam kemajuan bangsa dengan itu pendidikan kewarganegaraan di tanamkan dalam diri mahasiswa agar menghasilkan sikap mental yang cerdas dan memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap bangsa dan negara.

-Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa yaitu selau mempercayai kepada agama yang 1 dan tidak percaya pada penyelewengan agama yang bukan jalurnya, dan ikut dalam penghayatan dan pelaksanaan nilai falsafah bangsa.
-Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara yaitu selalu bersikap sopan santun dan mengikuti aturan yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karean sikap tersebut telah terdapat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
-Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yaitu selalu menjalankan apa yang harus dilakukan dan dapat mengambil atau mendapatkan sesuatu yang seharusnya didapat.
-Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela neagara yaitu selalu bersikap menjunjung tinggi bernegara dan cinta terhadap tanah air.
-Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, dan negara yaitu selalu mementingkan kepentingan umum dalam teknologi seni untuk kepentingan keanusiaan, bangsa dan negara. Tidak mementingkan kepentingan sendiri dalam hal tersebut

Apa kontribusi dilakukan agar menjadi warga negara yang baik, dan kontribusi apa yang diberikan? 
 Saya akan berupaya melakukan pemanfaatan yang maksimal oleh investor lokal dalam sumber daya alam agar kekayaan alam indonesia tidak dikelola oleh negara asing karena jika dikelola oleh negara asing maka berpengaruh pada pendapatan negara maupun masyarakat lokal. Jika sumber daya alam dikelola oleh investor lokal maka sumber daya manusia di indonesia akan tinggil, mengurangi pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Rabu, 27 Januari 2016

JURNAL INTERNASIONAL

I. Korosi Pada Industri Minyak Bumi
1. Korosi
Korosi adalah suatu proses elektrokimia dimana atom-atom akan bereaksi
dengan zat asam dan membentuk ion-ion positif (kation). Hal ini akan menyebabkan
timbulnya aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke tempat yang lain pada
permukaan metal.
Secara garis besar korosi ada dua jenis yaitu :
1.1 Korosi Internal
yaitu korosi yang terjadi akibat adanya kandungan CO2 dan H2S pada minyak
bumi, sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan membentuk asam yang
merupakan penyebab korosi.
1.2 Korosi Eksternal
yaitu korosi yang terjadi pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan
peralatan, baik yang kontak dengan udara bebas dan permukaan tanah, akibat adanya
kandungan zat asam pada udara dari tanah.
2.1. Tempat-tempat Terjadinya Korosi Pada Produksi Minyak
Masalah korosi yang terjadi dilapangan produksi minyak adalah
1. Down Hole Corrosion
High Fluid level pada jenis pompa angguk di sumur minyak dapat
menyebabkan terjadinya stress pada rod bahkan dapat pula terjadi corrosion fatigue.
Pemilihan material untuk peralatan bottom hole pump menjadi sangat renting. Pompa
harus dapat tahan terhadap sifat-sifat korosi dari fluida yang diproduksi dan tahan
pula terhadap sifat abrasi.

JURNAL INTERNASIONAL

Jurnal internasional
minyak biji os melon dua varietas diekstraksi oleh ekstraksi fluida superkritisPengaruh fraksinasi menggunakan ekstraksi fluida superkritis tiga fraksi (fraksi 1, 2 dan 3) pada komposisi asam lemak dan aktivitas antioksidan dari minyak dari dua varietas melon diselidiki. Minyak Melon Rock (RMO) dan Golden Langkawi GLO) kultivar yang diambil menggunakan SFE dan asam lemak utama di setiap kultivar yang linoleat, oleat, palmitat dan asam stearat. Asam lemak jenuh (SFA) menurun 15,78-14,14% pada 1 fraksi RMO dan lemak tak jenuh tunggal asam (MUFA) menurun 18,30-16,56% pada fraksi 2 dari RMO, sementara asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) meningkat 65,9-69,30% di 3 fraksi RMO. Selain itu, SFA menurun 16,35-13,91% pada fraksi pertama GLO dan MUFA menurun 17,50-15,57% pada 2 fraksi GLO, sementara peningkatan PUFA 66,15-70,52% pada fraksi 3 GLO. Fraksi yang berbeda dari dua minyak menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi untuk mengurangi oksidasi β-karoten pemutihan uji beta-karoten (BCB) dan penghapusan 1,1-difenil-2-picrilhidrazilo radikal (DPPH) .KATA KUNCI: Asam Lemak - 1,1-difenil-2-picrilhidrazylo - - Uji pemutihan beta-karoten - ekstraksi cairan superkritis - aktivitas Melon Antioksidan